ILHAMSYAH

KAMI ADA.. DAN KAMI HEBAT!! (Haru Biru Cerita Stand Up Comedy Jember)

Jember, 21 Agustus 2013.

Adalah hari yang teramat sangat mendebarkan buat saya. Tanggal dimana teman teman saya dari Stand Up Comedy dengan nekatnya naik dipanggung outdoor tempat para berkumpulnya masyarakat Jember: ALUN ALUN!

Ya, kami dari komunitas Stand Up Comedy Jember mendapat tawaran kesempatan untuk tampil menjadi bagian dari event akbar Bulan Berkunjung Jember tahun ini. Hmm.. Tanpa berkonsultasi dengan saya, rekan rekan saya sudah cukup tahu bahwa saya tidak akan ambil bagian dalam kesempatan itu. Saya anti tampil outdoor. Alasannya sudah berulang kali dibahas, bahwa panggung Stand Up Comedy bukan ditempatkan di ruangan terbuka. Cari sendiri penjelasannya di google!

Singkat kata, 4 orang dijadwalkan tampil: Roy, Langit, Gagang dan Rizky. Mereka yang saya anggap “Tumbal” Kenapa? Ini yang saya pikirkan saat itu ….

  • Bagaimana kalau mereka ngebomb? Ada ratusan “saksi mata” yang akan merangkum penilaian khalayak Jember tentang seperti apa stand up comedy itu, khususnya Stand Up Comedy jember!
  • "Hidup Mati" komunitas kami ada di tangan mereka malam itu. Jika berhasil nama Stand Up Comedy akan terangkat dalam waktu semalam. Kalau mereka ngebomb, perjuangan kami yang sudah setengah jalan di komunitas ini akan hancur dan dipermalukan! Dan jika terbukti, saya akan menyalahkan mereka dengan segala kenekatannya.

Itulah kenapa mereka layak disebut sebagai “tumbal”

Ketakutan saya cukup beralasan. Kami pernah mengalami masa masa ditonton 3 orang saja. Masa dimana kami blusukan ke sekolah sekolah untuk menunjukkan eksistensi kami. Hingga pada akhirnya sekarang peminat Stand Up Comedy sudah bisa dilihat dari banyaknya antusiasme di event reguler open mic setiap minggunya. Kami sudah cukup berhasil. Dan apa yang kalian inginkan tadi malam? Mau mencoreng keberhasilan tersebut dengan tampil ngebomb di hadapan masyarakat Jember?

Sebenarnya saya tidak 100 persen skeptis dengan penampilan Stand Up Comedy di ruangan terbuka. Banyak juga (sory, tidak banyak) cerita tentang keberhasilan yang dilakukan outdoor. Tapi… Saya harus jujur, keyakinan saya untuk malam itu hanya 10 persen!!

Akhirnya apakah yang saya lakukan? Saya memutuskan untuk tidak hadir menyaksikan penampilan mereka! Saya tidak mau menjadi saksi kemalangan sahabat sahabat saya tersebut.

Maka saya rencanakan, saya baru akan datang setelah mereka tampil. Satu setengah jam kemudian! And you know what? Perhitungan waktu saya salah total!

Saya datang ketika mereka belum tampil. Jadwal tampil diundur. Artinya saya akan menonton mereka? Ya Tuhan……. Saya panik! Jantung saya berdegup kencang. Bahkan saya pikir, keempat teman saya yang akan tampil kalah gugup dengan saya.

Sampai pada akhirnya, mereka tampil satu persatu..

Dan inilah yang terjadi pada penampilan mereka…

1. Gagang….PECAH!

2. Langit…PECAH!

3. Roy…PECAH!

4. Rizky….PECAH!

So, i’m totally wrong.. Ketakutan saya tidak terbukti sama sekali. Lagi lagi.. SAYA SALAH TOTAL!!!

Dari awal penampilan saja (ketika sang pembabat alas “Gagang” tampil) saya sudah percaya bahwa penonton bisa menikmati pertunjukkan ini sampai akhir. Bahkan tanpa menunggu waktu lama, saya sudah menjadi bagian penonton yang paling menikmati pertunjukkan tadi malam dengan menyumbangkan tawa paling kencang. Saya tertawa bersama ratusan penonton malam tadi dengan nikmatnya. Tanpa beban lagi..  Saya benar benar tertawa bukan (sekedar) sebagai tim hore. YIAYYYYYYYYYYYYY!!!!!!!!

Sayapun lega, kamipun lega…

"Kenekatan" tadi malam berbuah manis. Saya benar benar bangga dengan mereka, Para "tumbal" yang kini menajdi "pahlawan" komunitas Stand Up Comedy Jember. Dimana sekarang separuh warga Jember (ah..berlebihan) sudah "ngeh" dengan aset lain yang juga dimiliki warganya. Saya yakin sebagian dari mereka baru pertama kali ini tahu dengan jenis comedy ini. Dan seperti yang saya katakan tadi, secara instant mereka menjadi tahu keberadaan kami!

Yah.. Dibalik kisah mengharu biru semalam, bukan berarti saya akan menjadi mau tampil outdoor. Keyakinan saya tetap sama, ini adalah hiburan khusus indoor. Kecuali…

KECUALI KUALITAS SOUNDNYA MAKSIMAL!!!

Terimakasih kepada panitia semalam yang menyediakan kualitas sound nomer wahid. Yang membantahkan “mitos” Stand Up Comedy outdoor pasti gagal. Suara suara penonton yang “tidak penting” seperti: sibuk ngobrol sendiri, bercanda, berteriak dan semua jenis suara yang sekiranya akan mengganggu para penampil. Semuanya teredam!

Kualitas maksimal soundnya seakan akan memberi peringatan “KALIAN HARUS KONSENTRASI. LAGI PULA TIDAK ADA SEDIKITPUN SUARA TIDAK PENTING YANG MENGALAHKAN SUARA KAMI, KECUALI SUARA TAWA KALIAN. SO.. YOU BETTER SHUT UP AND ENJOY THE SHOW” Suara yang manis sekali…. :)

Pertanyaannya?

  • Akankah kami mendapatkan fasiliats sound sebaik itu lagi di penampilan outdoor lainnya?
  • Akankah kami harus mematok standart jenis sound sekelas itu untuk tiap penampilan outdoor selanjutnya?

I’m not really sure.. :(

Kami bukanlah komunitas superstar yang angkuh dengan patokan patokan standart setinggi itu.. Kami adalah sekelompok anak muda rendah hati yang suka bergurau. Serius…

So.. Itulah kenapa keyakinan saya masih bulat dan tidak berubah tentang “peraturan” ruangan Stand Up Comedy harus indoor. Lagipula, cukup sudah pembuktian eksistensi kami di panggung yang luar biasa ini menjadi tolak ukur tertinggi dari keberadaan kami. Khususnya untuk warga Jember sendiri. Biarlah selanjutnya mereka sampaikan kepada sisa warga lainnya yang tidak hadir semalam, bahwa…

KAMI ADA, DAN KAMI HEBAT!!